Kontroversi Dibalik Popularitas Kopi Luwak Mendunia

Kontroversi dibalik popularitas kopi luwak – Luwak adalah golongan hewan karnivora yang termasuk dalam suku hewan musang. Nama ilmiahnya adalah paradoxurus hermaphroditus. Luwak menyukai hutan-hutan sekunder yang dekat dengan kebun serta pemukiman manusia sehingga banyak ditemukan di daerah pemukiman.

Luwak memiliki kebiasaan untuk membuang kotoran pada tempat-tempat yang dilewatinya. Nah, kotoran yang ditinggalkannya ini umumnya masih mengandung biji-bijian yang masih utuh. Salah satu biji-bijian yang sering dimakan oleh luwak adalah biji dari buah kopi.

Hewan luwak dipercaya hanya memilih kopi berkualitas prima yang akan dimakannya. Buah kopi mengalami fermentasi didalam saluran pencernaannya. Kulit kopi habis dicernanya, sedang biji kopi tetap utuh yang dikeluarkan bersama kotoran atau fesesnya. Kemudian kotoran luwak ini dibersihkan dengan dicuci lalu dikeringkan, digoreng dan dihaluskan lalu siap diseduh bersama air panas.

gambar musang sedang makan biji kopi ranum merah di penangkaran luwak


Kenikmatan kopi ini telah dibuktikan oleh banyak orang yang akhirnya kopi dari luwak dipercaya sebagai minuman paling nikmat. Bahkan, harga yang tinggipun dibayar untuk sekedar mendapatkan kenikmatan kopi ini. Inilah yang membuatnya menuai popularitas yang diakui.

Dibalik tingginya popularitas dan juga khasiat kopi luwak, kontroversi pun bermunculan. Tak sedikit segi yang dipertanyakan seperti keamanan pangan, kesehatan sampai isu konservasi lingkungan serta kesejahteraan satwa. Agar lebih jelas, pembahasan mengenai kontroversi ini akan diulas satu persatu.


Amankah Proses Produksi Kopi Luwak?

Banyak pihak yang mempertanyakan tentang kesehatan dan kebersihan kopi ini untuk manusia mengingat hasil olahannya diperoleh dari kotoran hewan. Hal ini karena kotoran dianggap sebagai area mikroba yang berbahaya tumbuh.

Kekhawatiran tersebut ditepis oleh tim peneliti dari BBPPPP. Melalui laporan dalam penelitiannya, tim ini mengungkapkan bahwa proses pembuatan kopi luwak memiliki pengaruh terhadap keamanan pangan pada produk yang dihasilkan. Sedang baik atau buruknya tergantung terhadap proses olah lanjutannya.

Memang benar bahwa proses dari pencucian dan penjemuran yang salah bisa memicu mikrona dan kapang yang berbahaya didalam kopi. Akan tetapi, jika prosesnya dilakukan dengan baik dan benar maka kopi yang dihasilkan akan aman untuk dikonsumsi. Sebaiknya anda juga membaca artikel kami sebelumnya tentang bagaimana sistem produksi luwak di Indonesia


Kontroversi Proses Pembuatan Kopi Luwak Di Inggris

Sejumlah supermarket yang ada di Inggris telah memboikot peredaran kopi yang nikmat ini. Kejadian ini dipicu oleh banyaknya protes dari kalangan pecinta satwa. Para pecinta satwa menganggap bahwa proses dari produksi kopi tersebut mengabaikan kesejahteraan hewan.



Luwak dipaksa mengkonsumsi kopi terus menerus hanya untuk diambil kotorannya. Hal tersebut dianggap menyiksa dan mengeksploitasi hewan. Akan tetapi, pemerintah telah menepis anggapan tersebut. Pemerintah menganggap hal ini tak ada bedanya dengan sapi yang susunya diperah.

Meskipun luwak diberi makan dengan kopi, namun para penangkar luwak masih tetap memberikan jenis pakan lainnya. Pertimbangannya, jika luwak dieksploitasi dan kemudian mati maka produsenlah yang akan merugi bukan???

Dengan kontroversi-kontroversi tersebut beragam pihak mengambil sikap yang berbeda. Contohnya ada penangkar yang memilih hanya memilih jenis penjualan luwak liar dan ada pula pemroduksi yang lebih memiliki memperbaiki dan meningkatkan proses penangkaran seperti lebih memperhatikan kesejahteraan binatang. 

Disini luwak tidaklah dipaksa untuk memakan buah kopi secara berlebihan. Jadi, pakan lain masih tetap disediakan lalu luwak yang ditangkar dibiarkan untuk memilih sendiri.

Kontroversi Hukum Luwak di Indonesia, Halal atau Haram?

Di Indonesia sendiri memang terjadi kontroversi perihal apa yang dihasilkan oleh binatang luwak ini tetapi fokusnya bukan kepada treatment/perilaku penangkar terhadap musang melainkan tentang bagaimana hukum meminum kopi yang telah difermentasi oleh lambung luwak yang kemudian bercampur dengan kotoran. Sejumlah kalangan (ekstrim) mengklaim haram karena mengkonsumsi minuman yang telah bercampur dengan kotoran, sebaliknya sebagian masyarakat lebih memilih hukum halal berdasarkan pertimbangan agama serta ketetapan Majelis Ulama Indonesia

gambar gabah kopi luwak bersih hukum mui halal


Dengan tegas MUI telah mengkaji serta menganalisa secara seksama mulai dari proses pemetikan buah ceri kopi matang lantas dikonsumsi luwak hingga akhir proses pembersihan sampai packaging. Walhasil MUI telah menghalalkan kepada seluruh umat islam di Indonesia untuk mengkonsumsi kopiluwak ini dengan syarat harus dicuci bersih terlebih dahulu sebelum diminum



Sekiranya, seperti itulah kontroversi dibalik popularitas kopi luwak sekaligus sejumlah opini terkait dengannya. Meski demikian, kopi yang dihasilkan dari luwak ini hingga saat ini masih tetap eksis dan populer sebagai kopi favorit yang paling unik, paling nikmat di dunia dengan beragam manfaat untuk kesehatan
Previous
Next Post »
Pastikan anda mendapatkan produk asli dan hanya membelinya di agenkopiluwakjakarta.blogspot.co.id rasanya nikmat, khas, beraroma kuat, tersertifikasi halal dan jaminan mutu. Untuk informasi silahkan hubungi kami melalui nomor telpon berikut :
REZHA +62 819 1100 1444
KLJS menawarkan delivery order khusus untuk customer wilayah DKI jakarta, pengiriman kopi lebih cepat dan tepat waktu langsung ke tempat anda seketika